Bebas adalah Film Pertamaku

 Assalamualaikum, kali ini baim akan bercerita tentang gimana sih proses pembuatan film yang berjudul Bebas itu dari segi antusiasme dan lain nya. Ok langsung saja dalam antusiasme saya sangat senang dengan mata kuliah ini karna ini pengalaman pertama saya dalam membuat film khusus nya film pendek, membuat saya bergairah untuk menyelesaikan nya dengan sekuat tenaga. Terlebih saya di temani oleh teman teman saya yang baik dan happy, selama pembuatan film saya melihat Semua yang ada di tim saya sangat antusias dalam pembuatan film pendek ini. Mulai dari persiapan pembuatan scrim dan eksekusi langsung di buat film saya menemukan suatu antusias yang sangat tinggi dari mereka.

                Diskusi yang kita buat dalam menentukan tema apakah film yang akan kami buat cukup alot karena banyak sekali perbedaan pendapat dari kami ber 3, itu suatu antusias yang sangat kuat dan saya pun senang dengan antusias mereka. Ketika sudah di buat tema nya dan sepakat untuk memakai tema itu kami langsung bergegas untuk membuat alur cerita dengan pemilihan judul bebas maka menurut kami akan sedikit gampang untuk menentukan alur cerita nya mau di bawa kemana karena bebas sendiri memiliki banyak artian tidak hanya 1 arti saja.

                Dalam proses pembuatan alur cerita kami bersepakat alur cerita nya akan seperti yang sudah di buat karena itu akan menunjukan pesan moral kepada penonton dan itu adalah tujuan utama dari pembuatan film ini dengan judul bebas, sesudah nya membuat alur cerita kami langsung membuat rangkaian script untuk setiap penokohan, dan terlebih saya mendapat tokoh sebagai bapak dimana ini pengalaman pertama saya yang lucu dalam membawakan seorang ayah yang harus menahan amarah, dan saya sangat senang mendapat peran seperti ini wajar saja karna ini pertama kali nya saya bermain film yang sudah di atur sebelum nya.

                Dan teman teman kami mendapat peran yang berbeda bahkan ada yang mendapat 2 peran sekaligus ibu dan anak dengan penampilan berbeda, untuk saya itu menunjukan antusiasme yang tinggi dan saya yakin dia senang menjalani 2 peran sekaligus walau saya agak sedikit kurang pede awal nya, tapi dengan waktu terus berjalan dan film di take berulang ulang kali setiap kali itu pun kami sadar bahwa membuat film memang tidak gampang seperti yang kelihatan di video video youtube ataupun behind the scene, tapi itu tidak mematahkan semangat kami dalam membuat film.

                Semua sudah berlalu tapi tidak secepat apa yang ada di pikiran saya, karena perjalanan masih sangat panjang dan kami harus me review ulang video take yang sudah di ambil untuk di lihat apakah sudah sesuai script atau belom. Walau kami ini amatiran tapi dilihat dari pembuatan film nya saya yakin sudah cukup mencapai target walau susah dalam mempertahankan mimik muka tertawa, itu ekspresi yang kami pendam di waktu pembuatan take film. Karena kami enjoy makanya menahan tertawa melihat satu sama lain.

                Tapi Semua tidak selesai begitu saja, masih ada hal lain yang kita perlu perbuat untuk menyatukan dan sedikit memperindah video yang sudah di take, yaps benar video itu perlu di edit dan memakan waktu yang cukup lama untuk mengedit video itu dan mempersiapkan iklan untuk di publish.

                Dan untuk buku dan latihan yang di lakukan sebener nya cukup simple, kami cukup membagi tugas untuk membaca perbukuan tentang membuat film yang baik dan bagus, untuk bagian saya saya membaca buku “Bikin Film Yuk!” dari Araska dan yang lain memilih cerita buku yang lain lain kebetulan saya lupa dengan judul buku mereka, untuk Bikin film yuk saya mendapat banyak sekali inspirasi yang mungkin saya bisa tuangkan untuk film bebas dan next film yang akan saya buat kedepan nya bersama orang lain.

                Karena di dalam buku tersebut mengajarkan langkah langkah yang sangat simple dan mudah di mengerti dalam proses pembuatan film dan alur , tema dan pembuatan script karena banyak sekali materi yang terkandung di dalam buku tersebut mulai dari hal kecil sampai hal yang paling besar, mulai dari hal yang mudah sampai hal yang paling susah. Menurut saya buku tersebut sudah sangat cukup layak untuk di jadikan acuan dalam pembuatan film karena bahasa nya mudah di mengerti dan kasus kasus nya sangat mudah di pahami.

                Terlebih dalam buku tersebut kita di kasih 1 buah CD cara take on film yang langsung di contohin di dalam video yang include di dalam buku tersebut, dan saya kaget karena memang untuk professional pembuatan film tidak semudah dan se gampang itu, nyata nya sangat rumit sekali karena banyak kru dan anggota yang terlibat dalam pembuatan film tersebut tetapi itu malah menambah semangat saya dalam membuat film walau memang kelihatan nya kurang maksimal tapi percaya bahwa saya sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pembuatan film dengan judul BEBAS tersebut.

                Dan tahap terakhir itu kesulitan dan solusi yang ada dalam pembuatan film dengan judul BEBAS ini. Yang pertama itu adalah waktu pasti nya karena teman teman saya itu bekerja Semua dan untuk mengumpulkan tim menjadi satu perlu perjanjian waktu yang tepat dan tidak bentrok kepada kami Semua. Dan yang ke 2 itu pemilihan tempat, gimana tidak rumit untuk film bertema bebas itu memiliki banyak arti jadi cara kami menyelesaikan masalah ini adalah dengan membuat cerita yang menentukan tempat kami akan shooting dengan mudah contoh nya film Bebas yang kami buat bercerita tentang keluarga maka tempat yang paling ideal untuk menceritakan cerita tersebut tidak lain tidak bukan yaitu ada di rumah, pemilihan rumah ini tidak sulit untuk kami karena kebetulan rumah salah satu anngota tim ada yang lagi sepi makanya bisa untuk di pakai sebagai lokasi shooting film BEBAS. Yang ke 3 yaitu proses take video yang sudah untuk mencari angle dan rangkaian alur agar sesuai dengan script yang sudah di tulis dan solusi nya itu menentukan fixed position untuk kameraman berdiri dan berjalan.

                Pemahaman saya sendiri dalam sinematografi itu memang tidak banyak tapi menrutu saya sinematografi itu adalah ilmu yang mempelajari seputar dunia perfileman, yang pernah saya belajar itu sinematografi di antara lain ilmu mengenai teknik mengambil dan menggabung-gabungkan gambar pada kamera dan film sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide sesuai keinginan si pembuat. Dan ada beberapa unsur dari sinematografi antara lain itu : Sudut pandang kamera, Pergerakan Kamera, Ukuran Pengambilan Gambar, Pencahayaan, Komposisi dan Editing.

Foto - foto yang bersangkutan





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Godzilla vs Kong Ibrahim Ali Journey di masa pandemi Covid-19

I Love This Movie : Interstellar